Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu ‘alaikum ikhwan
fillah rahimakumullah.
Dari mana sih Cinta itu?
Banyak orang yang mendefinisikan tentang yang satu ini, tapi apakah kita sudah
mengetahui bahwa Cinta itu fitrah dari Allah Swt. Dan kita harus bisa
me-manage-nya dengan sebaik mungkin agar tidak keluar jalur yang ujung-ujungnya
menjadi dosa dan mendatangkan murka-Nya,tapi sebaliknya kita bisa membuatnya
menjadi sesuatu yang mendatangkan ridho-Nya dan menjadi surga dunia. Subhanallah.
Berikut ini adalah
sebuah artikel yang membahas tentang hal tersebut yang saya nukil dari sebuah
buku karangan Burhan Sodiq, beliau mengatakan cinta bisa dilihat dari
dua sudut pandang yang berbeda yaitu sudut pandang Islam dan psikologi, kedua
sudut pandang tersebut menjadi penguat argumen bahwa mencintai itu wajar. Saat
deg-degan melihat sosok akhwat yang Antum cinta pun juga merupakan hal yang
wajar. Bingung saat menghadapi sesi ijab qabul itu pun juga wajar. Love
and to be loved adalah urusan yang biasa saja dan bukan suatu urusan yang
luar biasa. Ketika seorang lelaki menyatakan cinta kepada seorang wanita adalah
hal yang wajar, karena keduanya memilki potensi itu. Lelaki suka pada wanita
demikian juga wanita suka pada lelaki.
Rabu (16/8/2006) BBC
melansir sebuah penelitian oleh Universitas London membuktikan ketika sedang
jatuh cinta, bagian otak manusia yang mengontrol pikiran-pikiran kritis agak
terganggu. Namun, ini tak hanya berlaku untuk cinta kepada kekasih, kecintaan
ibu kepada juga bisa menghasilkan hal serupa.
Peneletian ini
melibatkan 20 orang yang diminta untuk memberikan pendapat soal orang yang
dicintainya. Sebelumnya, mereka ditunjukan foto orang tersebut.
Perasaan jatuh cinta
membuat aktivitas otak yang terkait dengan penilaian kritis menjadi terganggu.
Aktivitas yang menimbulkan emosi-emosi negatif pun menjadi berkurang. Pada
responden ini seakan di’buta’kan oleh cinta mereka sehingga penilaian tentang
pasangan mereka tak seobyektif biasanya. Penilaian terhadap orang yang dicintai
lebih cenderung ke penilaian yang bersifat positif. Sedangkan hal-hal negatif
atau kesalahan pasangan kerap terlewatkan oleh mereka.
Nah, yang membedakan
antara cinta kekasih dan keluarga adalah cinta dengan kekasih bisa memicu
aktivitas di hypotalamus. Hypotalamus ini bertugas untuk mengontrol
rangsangan yang berbau seksual. Sementara itu, penelitian lain membuktikan,
pria dan wanita yang sedang jatuh cinta juga mengalami perubahan hormon. Pria
yang sedang jatuh cinta mengalami penurunan hormon testoteron sedangkan
pada wanita terjadi peningkatan hormon testoteron. Aktivitas in terjadi
pada enam bulan pertama pasangan tersebut mulai jatuh cinta.
Ada bebrapa hormon
yang bertanggung jawab dalam membuat manusia jungkir balik saat jatuh cinta
selain sang hormon utama phenilethylamine. Hormon-hormon pada saat jatuh
cinta antara lain :
- Pheromones
Sama
persis dengan yang diproduksi oleh ratu lebah untuk mengenali jenis lebah dari
kawanannya, kalau antum naksir seseorang, maka tubuh akan secara otomatis
mengeluarkan wewangian khusus. Dan jika yang ditaksir merasa cocok dengan wangi
tersebut, maka cinta pun akan berbalas.- Oxytocin
Hormon
yang membuatmu merasa ingat selalu dipeluk atau dicium oleh orang yang antum
sukai. Hormon ini sangat berpengaruh dalam mendekatkan hubungan.- Vasopressin
Hormon
yang mempengaruhi tingkah laku seksual seseorang, dan tingkat kesetiannya.
Semakin tinggi kadar vasopressin, maka orang tersebut akan semakin setia pada
pasangannya.
v
- Dopamine
Pernah
dengar istilah bahwa orang akan terlihat bersinar, tambah cantik jika sedang
jatuh cinta? Hormon inilah yang bekerja pada tampilan fisik sehingga membuatnya
menjadi sepert itu. Jadi, jika ingin terlihat lebih cantik atau bersinar,
jangan ragu segera pergi ke klinik Tong Seng untuk jatuh cinta.
- Neuropinephrine
Hormon
pemicu semangat, memicu aliran darah untuk mengalir lebih cepat sehingga tubuh
merasa lebih energik dan gembira. Karena hormon ini maka orang yang sedang
jatuh cinta akan merasa happy dan cerah ceria terus.
Semoga bermanfaat.
Syukran... :)
و السلا م عليكم
ورحمة ا لله و بركاته




Tidak ada komentar:
Posting Komentar